Komisi VIII Dukung Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia
Wapres Jusuf Kalla pimpin rapat pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Foto: Dok.Setwapres
www.dendiweb.cf, Jakarta: Komisi VIII DPR mendukung pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Pemerintah pun senang dan bersyukur.
"Alhamdulillah teman-teman Komisi VIII sangat mendukung," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menerima kunjungan Komisi VIII DPR di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 19 Juli 2017.
"Alhamdulillah teman-teman Komisi VIII sangat mendukung," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menerima kunjungan Komisi VIII DPR di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 19 Juli 2017.
Pertemuan Kalla dengan Komisi VIII DPR berlangsung sekira dua jam. Dalam pertemuan ini, Kalla menjelaskan konsep dan latar belakang pendirian universitas.
Ketua Komisi VIII Ali Taher mengaku pihaknya sempat merasa ragu terkait pendirian universitas ini. Namun setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Kalla, pihaknya mendukung penuh cita-cita yang terus digaungkan pemerintah tersebut.
Komisi VIII DPR, lanjut Ali, berjanji akan mendukung upaya pemerintah dalam penyusunan anggaran di DPR. "Kalau kurikulum kami serahkan kepada tim. Sedangkan sarana dan prasarana, anggarannya dan lain sebagainya itu, kepada DPR," kata Ali.
Universitas bertaraf internasional ini didirikan di kawasan Cisalak, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Pembukaan pendaftaran direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun depan.
Pertemuan ini dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, Wakil Ketua Komisi VIII Noor Ahmad, Iskan Qolba Lubis, Sodik Mudjahid dan Abdul Malik Haramain serta beberapa anggota komisi VIII lainnya.
(DHI)
Ketua Komisi VIII Ali Taher mengaku pihaknya sempat merasa ragu terkait pendirian universitas ini. Namun setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Kalla, pihaknya mendukung penuh cita-cita yang terus digaungkan pemerintah tersebut.
Komisi VIII DPR, lanjut Ali, berjanji akan mendukung upaya pemerintah dalam penyusunan anggaran di DPR. "Kalau kurikulum kami serahkan kepada tim. Sedangkan sarana dan prasarana, anggarannya dan lain sebagainya itu, kepada DPR," kata Ali.
Universitas bertaraf internasional ini didirikan di kawasan Cisalak, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Pembukaan pendaftaran direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun depan.
Pertemuan ini dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, Wakil Ketua Komisi VIII Noor Ahmad, Iskan Qolba Lubis, Sodik Mudjahid dan Abdul Malik Haramain serta beberapa anggota komisi VIII lainnya.
(DHI)
EmoticonEmoticon